Sunday, 24 April 2016

Laporan Praktikum, "Proses Pemberdayaan Pertanian di Desa Paloh Meuriah, Kec. Muara Satu, Kota Lhokseumawe"

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Bawang merah (Allium cepa var ascalonicum (L) Back) merupakan sejenis tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan di dunia, berasal dari Iran, Pakistan, dan pegunungan-pegunungan di sebelah utaranya, kemudian di budidayakan di daerah dingin, sub-tropis maupun tropis. Umbi bawang dapat dimakan mentah, untuk bumbu masak, acar, obat tradisional, kulit umbinya dapat dijadikan zat pewarna dan daunnya dapat pula digunakan untuk campuran sayur.
Indonesia sendiri, bawang merah merupakan salah satu komoditi pertanian yang banyak diminati dan dibutuhkan oleh masyarakat. Menurut data dari BPS, tak kurang dari 88.000 ha lahan ditanami bawang merah setiap tahun nya. Lahan tersebut tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, dan Sumatera.
Di Sumatera sendiri, Aceh merupakan salah satu provinsi yang lahan nya ditanamani bawang merah. Dan di Aceh Utara, tepatnya di Desa Paloh Meuriah, Kec. Muara Satu, Kota Lhokseumawe merupakan salah satu tempat yang membudidayakan tanaman bawang merah ini.
Budidaya bawang mearah di Desa Paloh Meuriah, Kec. Muara Satu, Kota Lhokseumawe ini dijalankan oleh gabungan kelompok tani (gapoktan) yang di danai oleh Bank Indonesia (BI) serta di bimbing oleh pihak BI sendiri.
Program ini diharapkan dapat mengatasi fluktuasi harga bawang merah yang ada di pasaran, sehingga terjadi kestabilan dari harga bawang merah itu sendiri.





1.2. Tujuan
a.       Untuk mengetahui bagaimana proses pemberdayaan yang dilakukan kepada petani Desa Paloh Meuriah, Kec. Muara Satu, Kota Lhokseumawe

1.3. Manfaat
a.       Agar mahasiswa mengetahui magaimana proses pemberdayaan yang dilakukan kepada petani bawang merah Desa Paloh Meuriah, Kec. Muara Satu, Kota Lhokseumawe

1.4. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Pratikum
Lokas Pratikum: Desa Paloh Meuria, Kec. Muara Satu, Kota Lhokseumawe
Waktu                            : 10 April 2016, Pukul 10.00 wib s/d Selesai.












BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Gambaran Umum Lokasi Prktikum
Paloh Meuria merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Muara Satu Kabupaten Aceh Utara dengan mata pencaharian masyarakanya sebagian besar bertumpu pada sektor pertanian.
Pada umumnya tanah di wilayah kecamatan muara satu adalah podzolik merah kuning. Tanah ini memiliki kesuburan tanah yang relatif rendah faktor pembatas adanya lapisan padas yang dangkal,kokresi zat besi, defisiensi unsur hara mikro serta ph tanah yang rendah hal ini menyebabkan lahan dengan jenis tanah ini memerlukan pengolahan tanah yang dapat memperhatikan keadaan konservasi, sehingga dapat digunakan sebagai lahan pertanian. Kondisi iklim di wilayah kecamatan muara satu termasuk tropis basah dengan curah hujan rata-rata 129,91.
Gampong meuria paloh mempunyai kelompok petani yaitu “Kelompok Tani Tunas Muda”, kelompok tani tunas muda merupakan binaan KTNA kota Lhokseumawe, dan penanaman bawang merah yang menggunakan bibit varietas bima dikelola oleh kelompok tani tunas muda desa Meuria Paloh kecamatan muara satu kota Lhokseumawe.

2.2. Seleksi Lokasi
Lokasi budidaya bawang merah harus memiliki syarat yang harus dipenuhi. Bank Indonesia selaku pemberi dana hibah melihat bahwa Desa Meuriah Paloh ini memiliki syarat untuk budidaya tanaman bawang merah.
2.2.1.      Syarat Lokasi
Adapun syarat lokasi unduk budidaya tanaman bawang merah antara lain:
·         Memiliki lahan 1 ha  dalam satu hamparan
·         Memiliki sumber air
·         ph 6,8 - 7
·         status kepemilikan lahan jelas (bukan tanah sengketa)
·         Tanah subur

2.3. Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan sosialisai bagi masyarakat yang dilaksanakan oleh pihak Bank Indonesia telah dilaksanakan sebanyak 2 (dua) kali. Sosialisasi ini bertujuan menjelaskan tentang program yang akan dijalankan, serta bertujuan agar masyarakat tertarik dan ikut serta dalam pelaksanaan nya.
Kegiatan sosialisai pertama dilakukan  pada tanggal  13 november 2015 di balai pengajian meuria paloh. Acara FGD (Focus Group Discussion) pra pembentukan klaster langsung dilakukan oleh BI (Bank Indonesia) dengan menghadirkan anggota kelompok tani dan aparatur desa serta penyuh pertanian yang dibicarakan tentang kebersediaan masyarakat setempat untuk melakukan proses budidaya bawang merah sampai panen.
Kegiatan sosialisasi yang kedua dilakukan pada tanggal 1 Desember 2015 di Aula BI Lhokseumawe. Kegiatan FGD  membahas tentang klaster ketahanan pangan bawang merah oleh Bank Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota kelompok tani, KTNA, Walikota, Bapeda, Bulog, Bank BRI, BPD, kardi3 DKPP, camat dan penyuluh.
2.4. Proses Pemberdayaan Masyarakat
Untuk menjalankan program kegiatan, petani harus menyerahkan proposal kepada Bank Indonesia. Proses pengajuan proposal ini dibantu oleh KTNA, dan diketahui oleh Kepada BPP, Camat, serta diberikan rekomendasi dari kepala BPP Kec. Muara Satu. Setelah proposal diterima oleh pihak BI, selanjutnya akan dilakukan survei lokasi. Survei ini dilakukan sebanyak 2 kali, tujuan nya agar lokasi yang akan dipilih sesuai dengan persyaratan. Pihak BI juga mendatangkan tenaga ahli dari pulau Jawa yang sudah berpengalaman dalam bidang budidaya bawang merah, untuk mendampingi petani.
Kegiatan selanjutnya ialah pelatihan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dilakukan kelompok tani Tuna Muda, dan di dampingi oleh Dosen dari Univ. Malikussaleh , Kepala BPP Muara satu, Penyuluh, KTNA, dan pihak Bank Indonesia (BI).

2.4.1.      Bentuk dan Jenis Program
Program yang dilakukan ialah pemberian dana yang diberikan pihak Bank Indonesia dalam bentuk dana hibah. Meskipun begitu, para petani harus serius dan bertanggung jawab atas dana yang di hibahkan. Dan petani juga harus melaporkan perkembangan uahatani mereka setiap bulan.
2.4.2.      Seleksi Lokasi
·         Petani yang bergabung dalam kelompok tani
·         Memiliki sumber air
·         ph 6,8 – 7
·         status kepemilikan lahan jelas (bukan tanah sengketa)
·         Tanah subur

2.4.3.      Syarat Penerima Bantuan
·         Petani yang bergabung dalam kelompok tani
·         Bersedia mengikuti petunjuk teknis ( karena bantu penuh dari BI ) atau dari penyuluh
·         Petani yang ulet, tekun dan rajin
·         Petani mau bekerja sama dengan tim
·         Petani yang punya jiwa pekerja keras



2.4.4.       Tujuan dan Manfaat Program
3.      Sebagai percontohan bagi daerah lain
4.      Pemberdayaan ekonomi petani
5.      Meningkatkan kesejahteraan petani
6.      Sebagai demplok
7.      Mengurangia kemungkinan tejadinya inflasi
8.      Memotivasi petani agar mau menanam bawang merah
9.      Tersedianya modal usaha penanaman bawang merah bagi petani

2.4.5.       Pengembangan Kelompok
Pengembangan kelompok dilakukan agar kelompok tani menjadi mandiri, dan dapat membuat program dan menjalankan progamnya dengan baik, tanpa perlu lagi didampingi pihak lain.

2.4.6.       Monitoring dan Evaluasi
Pihak Bank Indonesia terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan progaram ini. Kelompok tani harus memberi laporan setiap bulan nya kepada pihak BI.

2.5.      Pemandirian Masyarakat
Program pembangunan hasil pertanian yaitu petani bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran hasil pertanian, setra meningkatkan kualitas dan daya saingnya. Dan kedepannya bisa terus berlanjut.



BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Program budidaya bawang merah di Desa Paloh Meuria, Kec. Muara Satu, Kota Lhokseumawe merupakan program yang diselenggarakan atas dana hibah dari Bank Indonesia. Program ini dilakukan oleh masyarakat setempat dibawah pengawasan Bank Indonesia, dan lembaga lain seperti BPP.
Program ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan harga bawang merah di pasar, serta membantu perekonomian petani sendiri. Dan diharapkan petani dapat madiri, agar dapat melaksanakan program ini untuk kedepannya.

3.2. Saran
Program yang dibuat oleh BI sangat bermanfaat bagi petani dalam meningkatkan perekonomian mereka. Sehingga akan lebih baik lagi jika program ini terus berlanjut, dan bisa diterapkan di daerah lain, terutama yang minim perhatian dari pemerintah.
Kegiatan praktikum ini untuk mengrtahui bagaimana proses pelaksanaan pemberdayaan masyarakat. Saran dari kami agar kegiatan praktikum ini bisa terus dilaksanakan pada program yang lebih besar, dan bukan di lokasi yang sama.







Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Bawang_merah, Di akses pada 16 April 2016
Data Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian (WKBPP) Muara Satu




No comments:

Post a Comment