Friday, 15 April 2016

Laporan Praktikum Kewirausahaan, "Budidaya Tanaman Jeruk dan Strawberry di Brastagi, Sumatera Utara"

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Salah satu penghasil terbesar devisa negara adalah disektor pertanian. Dalam pertanian juga termasuk didalamnya kewirausahaan. Seperti yang terletak pada daerah Berastagi, Sumatera Utara, dimana pada daerah tersebut sebagian besar penduduknya bekerja disektor pertanian khususnya pada tanaman hortikultura, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, bahkan sampai kepada tanaman hias. Berastagi Kota Tanah Karo yang berjarak sekitar 67 Km dari Kota Medan. Berada pada ketinggian sekitar 1200 M sampai 1400 M diatas permukaan laut. Berastagi juga merupakan tempat agrowisata bagi para pengunjung, selain pemandangannya yang indah, para pengunjung juga dapat memetik atau memanen sendiri buah dan sayur pada kebun tersebut.
Sejumlah hasil pertanian dan perkebunan berastagi sudah sejak lama menjadi merk dagang tersendiri daerah ini. Seperti jeruk berastagi,strawberii berastagi, sirup markisa berastagi, terong belnda berastagi, kentang berastagi,tanaman hias berastagi, dan hasil pertanian lainnya. Produk pertanian yang beragam di berastagi,tanah karo ini jika dikemas dalam satu paket wisata akan terkesan lebih menarik serta mampu meningkatkan potensi agrowisata. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang para agrowisata didaerah tersebut,berastagi akan semakin populer karena memiliki paket wisata khas. Harga jual produk pertanian dilokasi agrowisata bisa lebih tinggi dikarenakan pengunjung berani membayar lebih dari harga jual petani kepada pedagang pasar,mereka memperoleh kepuasan  dari memetik sendiri buah langsung dari pohonnya.
Produk sayuran, buah, dan bunga yang berada di Berastagi tidak hanya untuk memenuhi pasar domestik, namun sudah merambah pasar ekspor seperti Malaysia, singapura, bahkan eropa. Kentang dan kubis adalah jenis hortikultura yang paling banyak di ekspor dengan pangsa pasar terbesar ke singapura. Badan Pusat Statistik (BPS)  Sumut, mencatat ekspor kentang sumut pada Januari sampai dengan Agustus 2011 sudah mencpai 3006 Ton dengan tujuan tersebar ke Singapura, Brunai Darussalam, dan Malaysia. Selain itu, peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman Krisan, guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negri tetap terbuka. Seiring dengan permintaan bunga Potong Krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu dikembangkan, tanaman krisan saat ini terkenal didesa raya. Jenis bunga yang tumbuuh subur antara lain: mawar, krisan,  aster, dahlia, matahari, yerbera, kalamerah, tuberoos, lili, dan kerklelie. Bunga-bunga ini banyak dikirim ke Medan, Aceh, Riau, Lampung, dan Jakarta, sementara itu ekspor bunga dalam bentuk bibit juga jalan terus. Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo,mencatat dalam setahun rata-rata ekspor bibit bunga mencapai 450-600 kg dengan nilai 1,1 dollar juta Amerika. Dengan membaiknya sistem Bandara Kuala Namu, kedepannya akan mampu meningkatkan ekspor bunga sekaligus.
Dengan adanya pengembangan transportasi Sumatera Utara khususnya bandara Kuala Namu yang dibangun sejak November 2012. Jalan tol dari Medan menuju Bandara Internasional Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang yang mulai dibangun Balai Besar Nasional Wilayah I pada Januari 2013. Tentu pengembangan ini akan sangat berarti bagi investasi pertanian dan agrowisata Sumatera Utara. Pelabuhan Tanjung Periok dan Pelabuhan dan Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pelabuhan utama ekspor Indonesia,ditambah lagi dengan perkembangan jalan udara. Pelabuhan laut dan udara, sama pentingnya untuk meningkatkan perekonomian. Menurut menteri perekonomian,ekonommi Sumatera Utara mampu member kontribusi sekitar 4,3 persen terhadap perekonomian Indonesia atau menjadi daerah kedua terbesar di Sumatera setelah Riau. Kontribusi terbesar Sumut adalah sektor pertanian yang mencapai 6,3 persen,sementara sektor industri daerah itu menyumbang jalan 3,7 persen terhadap perekonomian nasional.

1.2  Rumusan Masalah
1.2.1        Bagaimana manajemen dari wirausaha komoditi jeruk,dan strawberi?
1.2.2        Bagaimana peluang wirausaha tanaman strawberi, dan jeruk?
1.2.3        Bagaimana sistem pemasaran yang dilakukan petani Strawberi, dan Jeruk?
1.2.4        Apa saja yang menjadi kendala petani baik dalam pembudidayaan maupun pemasaran pada tanaman strawberi dan jeruk?
1.3  Tujuan
Adapun tujuan praktikum ini dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1.3.1        Mendapatkan data budidaya tanaman strawberi, dan jeruk
1.3.2        Mengetahui pengelolaan tanaman strawberi, dan jeruk
1.3.3        Mengetahui sistem pemasaran yang dilakukan oleh petani strawberi, dan jeruk.
1.3.4        Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi petani dalam mengelola atau membudidayakan tanaman strawberi, dan jeruk.
1.3.5        Mengetahui peluang dari berwirausaha pada komoditi strawberi, dan jeruk.

1.4  Manfaat
Manfaat praktikum yang dilaksanakan di Berastagi adalah untuk mengetahui bagaimana budidaya dan sistem pemasaran yang dilakukan oleh petani strawberi, dan jeruk. Selain itu, manfaat lain dalam pelaksanaan praktikum kewirausahaan adalah untuk berinteraksi langsung dengan para pengusaha tanaman hortikultura tersebut sehingga kita dapat memperoleh ilmu dari para petani tersebut. Serta manfaat dilakukannya praktikum kewirausahaan adalah untuk melatih kita melihat peluang usaha yang akan dapat berkembang kedepannya.













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

            Tanaman pertanian memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Tanaman pertanian yang pembudidayaannya baik atau bagus maka produksi yang dihasilkan juga akan semakin tinggi, dan ini akan menambah nilai jual dari tanaman tersebut. Salah satu tanaman pertanian yang dapat dibudidayakan adalah tanaman-tanaman hortikultura, seperti sayur bayam, wortel, tomat, strawberi, jeruk, tanaman hias, dan masih banyak lagi tanaman-tanaman hortikultura yang dapat dijadikan sumber penghasilan. Nah dalam hal ini kami mengambil komoditi strawberi, jeruk, dan tanaman hias sebagai bahan praktikum kami untuk dianalisis bagaimana cara pembudidayaannya dan juga bagaimana sistem pemasarannya.

2.1  Jeruk
Jeruk (Citrus sp) bukanlah tanaman asli Indonesia. Jeruk merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara khususnya dataran Cina. Akan tetapi, tanaman ini telah tersebar luas dan menduduki seluruh wilayah di dunia. Di Indonesia tanaman jeruk tersebar luas di dataran rendah sampai ke pegunungan. Tanah yang subur yang mengandung bahan organik tinggi mempunyai daya ikat air yang kuat dan aerasi baik cocok untuk tanaman  jeruk. Sedangkan, keadaan tanahnya yang sangat porous tanpa daya ikat air, maka cepat meresapkan air kedalam tanah, tidaklah baik untuk tanaman jeruk.
Suhu optimum untuk pertumbuhan tanaman jeruk adalah antara 25oC-35oC. Namun, tanaman jeruk tahan hidup pada suhu yang sangat tinggi sampai 50oC dan suhu rendah 0oC. Walaupun demikian, tampaknya suhu malam yang tinggi dapat membahayakan tanaman jeruk karena pernafasan dan penguapannya menjadi lebih tinggi, tidak seimbang dengan laju fotosintesis yang menjadi rendah. Selain itu, suhu malam yang tinggi dapat menyebabkan buah jeruk sukar menjadi merah sebagai akibat kegagalan dalam proses pembentukan pigmen.
PH tanah antara 5-6. pada pH dibawah 5, banyak unsur tembaga (Cu) yang terlarut sehingga beracun bagi tanaman. Sebaliknya, pada pH tanah di atas 6, unsur seng (Zn) dan besi (Fe) menjadi terikat sehingga menimbulkan gejala kekurangan (defisiensi) unsur hara tersebut. Ada kalanya defisiensi unsur hara ini seperti gejala serangan penyakit virus Tristeza sehingga menyulitkan diagnosisnya.
Walaupun asal tanaman jeruk adalah Asia Tenggara, kenyataannya sentra-sentra produksi yang luas dan terkenal adalah di daerah subtropik yang keadaan iklimnya agak kering sampai sangat kerin. Akan tetapi, tanaman di tempat ini cukup mendapatkan pengairan. Dalam kenyataannya tanaman jeruk yang tumbuh didaerah beriklim lembab  atau cukup mendapatkan air, pada umumnya buahnya berkulit tipis, dagingnya halus, air buahnya lebih banyak, dan rasanya lebih manis serta segar. Jadi, jelaslah bahwa tanaman jeruk lebih menghendaki cukup pengairan. Kesulitannya ialah bahwa tanaman jeruk yang tumbuh didaerah beriklim basah mudah terserang penyakit daun dan batang. Di daerah-daerah yang curah hujannya atau keadaan iklimnya kering dan dapat pula pula menghasilkan buah yang berkualitas tinggi asalkan air tanahnya cukup dangkal antara 100-150 cm dibawah permukaan tanah atau tersedia pengairan yang teratur. Dengan demikian, jelaslah bahwa ketinggian tempat bertanam, terutama suhu, kelembaban udara, serta penyinaran matahari, akan berpengaruh terhadap kualitas buah yang dihasilkan.
2.2  Strawberi













BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

1.1.            Waktu da Tempat Praktikum
Praktikum budidaya tanaman hias dan buah strawberry dilaksanakan pada hari jum’at, tanggal 13 Desember 2013, sedangkan praktikum budidaya tanaman jeruk dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Desember 2013 di lokasi Berastagi, Sumatera Utara.

1.2.            Alat dan Bahan
1.2.1.      Alat-alat Praktikum
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah berupa alat tulis dan buku untuk mencatat data.

1.2.2.      Bahan-bahan Praktikum
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum berupa tanaman yang diamati yakni tanaman strawberi, dan tanaman jeruk.

1.3.                  Prosedur Kerja
Adapun cara dari pengambilan data adalah berdiskusi dengan petani di tempat praktikm tersebut. Yakni ibu Suma Sembiring (lokasi kebun strawberry), dan Bapak Sadrak Sembiring (lokasi kebun jeruk).







BAB IV
HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN

4.1 Tanaman Strawberi
Tanaman strwberi yang dibudidayakan oleh bapak Suma Sembiring (49 tahun) dimulai pada tahun 2010 dan sudah berjalan selama 5 tahun. Tanaman strawberi ini ditanam pada lahan sendiri dengan luas lahan 5000 m2 atau 0,5 Ha. Bapak Suma Sembiring mulai menanam tanaman trawberi ini awalnya dari penyuluhan pertanian yang dilakukan pada daerah berastagi. Kemudian bapak Suma Sembiring tertarik dengan komoditi tersebut.
Dalam hal ini pembudidayaannya diolah sendiri oleh bapak Sembiring seperti pembuatan kompos, pembuatan bedeng, penyiraman, dan sebagainya. Dalam hal penyiraman bapak sembiring sudah menggunakan teknologi, yaitu sistem irigasi tetes yang dikasih oleh badan pemerintahan. Bapak Sembiring bekerja dari pukul 08.00-16.00 WIB dan biasanya dibantu oleh keluarganya. Dalam pembuatan bedeng setiap 10 bedengan diolah secara bergantian. Tanaman strawberi ini menghasilkan produksi selama 3 bulan dari penanaman sampai panen.
Kendala yang dihadapi oleh bapak Sembiring adalah saat musim hujan, karena dengan curah hujan yang tinggi akan menyebabkan kerusakan pada buah strawberi atau terjadi busuk pada buahnya. Dan juga memiliki kendala dalam pemasarannya, jumlah permintaan yang banyak, namun produksinya yang masih kurang. Oleh sebab itu, bapak Sembiring mengatasi ini dengan ekstensifikasi yaitu perluasan lahan. Untuk hama dan penyakit kendala ini tidak terlalu serius karena bisa diatasi dengan  pestisida. Dalam hal pemasaran, bapak Sembiring masih memasarkan hanya di daerah berastagi saja, biasanya orang luar yang datang kekebun untuk memetik sendiri buah strawberinya, seperti Malaysia dan Singapore. Buah strawberi yang dibudidayakan oleh bapak Sembiring, ukurannya kalah dari luar, namun untuk rasa buah strawberi yang dibudidayakan oleh bapak sembiring jauh lebih manis. Pendapatan yang diperoleh oleh bapak Sembiring tergantung terhadap produksi buah.
Dari data pengamatan yang diperoleh melalui diskusi petani yang ada di lokasi praktikum dapat diperkiran analisis budidaya 0,5 Ha strawberry selama 1 tahun adalah sebagai berikut :

URAIAN
JUMLAH
A.  Biaya Produksi

1.    Sewa tanah selama 1 tahun

2.    Bibit 40.000 selama @2.000,-
Rp      80.000.000,-
3.    Pupuk dan kapur

-       Pupuk kandang 15 ton @ 150.000,-
Rp        2.250.000,-
-       NPK ponska 125 kg @ 2.500,-
Rp           312.500,-
-       Dolomit : 2 ton @ 450.000,-
Rp           900.000,-
4.    Mulsa plastik 10 rol
Rp        3.000.000,-
5.    Kapur pertanian 2 ton
Rp           400.000,-
6.    Pestisida 10 kg
Rp           400.000,-
7.    Irigasi
Rp      30.000.000,-
8.    Alat pertanian
Rp        1.250.000,-
9.    Tenaga Kerja

-       Pengolahan tanah, buat bedeng : 75 HKO @ Rp. 25.000,-
Rp        1.875.000,-
-       Pupuk, kapur dan 25 HKP
Rp           625.000,-
-       Penanaman 20 HKO
Rp           500.000,-
-       Pemeliharaan 23 HKO
Rp           575.000,-
-       Gaji pekebun 1 orang salema 1 tahun
Rp      21.600.000,-
10.              Panen dan pascapanen

-        panen dan pascapanen 75 HKO
Rp        1.875.000,-
11.              Lain-lain  : pajak dan iuran
Rp           500.000,-
Jumlah biaya produksi
Rp    143.687.500,-
B.  Produksi 1 th/ha: 0,45 kg/th x 40.000 tanaman x 80.000
Rp 1.440.000.000,-
C.  Pendapatan Bersih
Rp 1.296.312.500,-
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa keuntungan bersih yang didapat bapak Sembiring selama 1 tahun dengan luas lahan 0,5 ha adalah Rp 1.296.312.500,-. Berarti usaha yang dikelolanya memiliki keuntungan yang besar dan efisien, dimana keuntungan bersih lebih besar nilainya dari biaya produksi yang dikeluarkannya.

4.2 Tanaman Jeruk
            Kelompok tani Kubu Colia terletak di desa Kubu Colia, Kecamatan Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tempat ini adalah tempat perkebunan jeruk yang bernama Sadrah Sembiring. Kelompok tani ini diketuai oleh bapak Sadrah Sembiring, Hermawan Barus sebagai sekretaris, Hariono Sembiring sebagai bendahara, dan Riwayat sembiring sebagai penasehat. Mereka ini adalah orang-orang yang penting dalam mengelola kelompok tani yang berada di Kubu Colia. Lahan yang tersedia untuk kebun jeruk ini adalah 400 Ha, namun yang aktif hanya 100 Ha saja. Kelompok tani Kubu Colia melakukan kerjasama dengan kelompok-kelompok tani lainnya yang terdiri dari 17 kelompok tani. Dalam hal ini mereka melakukan pertemuan setiap 6 bulan sekali untuk membahas masalah pemasaran.
            Tanaman jeruk yang di kelola oleh bapak Sadrah Sembiring mempunyai dua jenis varietas jeruk, yaitu varietas siamadu dan varietas keprok. Dalam memperbanyak bibit jeruk ini bapak Sadrah melakukan okulasi dari tanaman induk. Dalam 1 tahun tanaman induk dapat menghasilkan 250.000 mata okulasi. Dalam mengokulasi kita membutuhkan peralatan untuk melakukan okulasi tersebut. Alat-alat yang digunakan untuk okulasi adalah gunting, plastik, kain, alkohol 70% (penyeterilan peralatan), dan pisau. Adapun cara mengokulasi tanaman jeruk adalah sebagai berikut, pertama pilih batang jeruk yang tua dan sehat dari indukan, kemudian buang dan dan sisakan sedikit tangkainya, lalu siapkan batang bawah jeruk. Usahakan batang bawah juga dalam kondisi sehat dan dalam masa vegetatif yang ditandai dengan keluarnya pupus mudanya. Setelah itu gunakan pisau yang disediakan namun seterilkan terlebih dahulu dengan alkohol, kemudian iris dari atas kebawah membentuk sudut 45derajat terhadap salah satu sisi batang bawah. Pengirisan disini dilakukan dari kulit luar hingga terhenti mengenai batang/kayunya. Tujuannya sebagai batas bawah pengelupasan kulit jeruk selanjutnya. Ingat, pilihlah lokasi pengirisan yang batangnya mulus, karena tepat diatas pengirisan pertama inilah mata tunas ini akan kita tempelkan. Kemudia irislah batang jeruk yang telah ditandai tadi irisannya, setelah itu ambil mata tunas dari pohon jeruk yang masih muda, kemudian tempelkan mata tunas tersebut ke pohon jeruk yang telah dikupas tadi. Yang terakhir ikatlah mata tunas tersebut dengan pohon jeruk itu. Waktu okulasi 3-4 minggu setelah 1 bulan plastik okulasi dibuka. Jika mata okulasi gagal makan akan menimbulkan mata okulasi menjadi kuning atau menghitam tandanya mata okulasi tersebut sudah rusak. Selain itu, untuk memperbanyak benih jeruk kelompok tani Kubu Colia memilih jeruk yang kualitasnya baik, kemudian bijinya diambil tentu saja biji yang diambil dari buah yang matang. Kemudian biji-biji tersebut dikering anginkan. Dan setelah itu ditanam untuk menciptakan induk jeruk yang berkualitas. Rata-rata bibit yang dihasilkan oleh kelompok tani Kubu Colia sebanyak 100-150 ribu/tahun. Harga 1 bibit pohon jeruk berumur 3 bulan adalah Rp 20.000-30.000.
            Umur jeruk yang dapat dipanen adalah sekitar 2 tahun itu terhitung mulai dari penanaman sampai dengan  panen. Masa produktif pahon jeruk ini untuk berbuah adalah 15-20 tahun. Biasanya produksi jeruk yang dipanen mencapai 20-40 ton/ha dengan harga jual sebesar Rp 10.000/kg. Sehingga poendapatan yang diterima oleh kelompok tani Kubu Colia adalah sebesar Rp 400.000.000,- sekali berproduksi. Hasil ini diperoleh dari jumlah produksi dikalikan dengan harga (20-40 ton x Rp 7.000 = Rp 400.000.000,-). Dan biaya perawatan sebesar 20% dari pendapatan sehingga diperoleh hasil sebesar Rp 80.000.000 (biaya perawatan). Maka keuntungan yang diperoleh oleh kelompok tani Kubu Colia adalah Rp 224.000.000, ini diperoleh dari pendapatan dikurang dengan biaya perawatan (Rp 400.000.000 – Rp 80.000.000 = Rp 320.000.000,-).
            Kendala-kendala yang dihadapi oleh petani jeruk yang berada di desa Kubu Colia adalah masalah packing jeruk yang tidak baik. Packing ini diakibatkan oleh pedagang-pedagang jeruk yang salah memacking, ini akan menyebabkan kerusakan pada buah dan akan merugikan para petani dan juga para pedagang. Melihat dari masalah ini bapak Sadrah berharap kedepannya bisa mengelola jeruk tersebut menjadi hasil-hasil industri seperti pembuatan minuman jeruk, selai jeruk, sirup, dan sebagainya, agar dapat menghasilkan produksi yang banyak dan memperoleh keuntungan yang besar.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
            Dari hasil wawancara yang kami lakukan di daerah Berastagi dapat disimpulkan bahwa :
1.    Sebagian besar masyarakat berastagi berkecimpung didunia pertanian, khususnya pada tanaman hortikultura yang menerapkan sistem budidaya yang profesional.
2.    Perancangan, penggunaan, dan pemasaran buah yang dilakukan oleh sebagian besar penduduk Tanah Karo Berastagi sangat memperhatikan hal dalam memajukan pertanian khususnya di Sumatera Utara.
3.    Dari hasil wawancara yang kami lakukan baik itu tanaman strawberi, dan jeruk, pemasaran buah dan bunga tersebut sampai kepada luar negeri seperti, Malaysia, Singapore, dan Australia.
4.    Kendala-kendala yang dihadapi setiap komoditi berbeda. Untuk strawberi kendala yang dihadapi adalah musim hujan yang menyebabkan buah strawberi tersebut busuk. Untuk tanaman jeruk kendala yang dihadapi adalah dalam pemackingan buah jeruk yang tidak baik yang menyebabkan buah jeruk jadi rusak dan pecah.
5.    Strategi-strategi yang dilakukan petani untuk mencapai produksi yang makasimal pada komoditi strawberi, dan jeruk berbeda-beda. Untuk strawberi strategi yang dilakukan oleh petaninya adalah dengan menjaga kebersihan lahan dan juga pemeliharaannya yang baik. Untuk tanaman jeruk strategi yang dilakukan adalah mengumpulkan kelompok tani yang berada pada daerah Kubu Colia untuk masalah pemasaran.
6.    Tanaman strawberi, dan jeruk pada daerah berastagi memiliki peluang yang menjanjikan dalam bidang wirausaha, karena pada daerah ini memiliki potensi tanah yang subur dan iklim yang mendukung untuk tanaman hortikultura, seperti tanaman strawberi, jeruk, dan juga tanaman hias. Dalam hal ini peluang untuk mengolah tanman itu menjadi bahan hasil industri sangat besar, karena masih kecil atau sedikit sekali sektor-sektor yang mengolah tanaman tersebut menjadi hasil yang mempunyai nilai lebih.

6.2    Saran
Kami menyarankan sebelum membuka sebuah usaha kita harus terlebih dahulu prospek pasar, selera konsumen, tempat yang strategis, jarak penjualan, jarak bahan baku agar biaya yang kita keluarkan tidak terlalu besar. Kemudian kami menyarankan dalam pembudidayaan tanaman baik itu tanaman perkebunan, pangan, maupun hortikultura sebaiknya diperhatikan pemeliharaannya agar produksi yang dihasilkan optimal sehingga memiliki nilai jual yang tinggi terhadap konsumen. Kami juga berharap pemerintah juga ikut berperan dalam mengembangkan hasil-hasil pertanian, seperti membangun pabrik-pabrik pengolahan agar buah-buah yang dihasilkan tidak terbuang dengan sia-sia dan juga mempunyai nilai jual yang tinggi sehingga dapat meningkatkan devisa negara.

No comments:

Post a Comment