PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah
satu penghasil terbesar devisa negara adalah disektor pertanian. Dalam
pertanian juga termasuk didalamnya kewirausahaan. Seperti yang terletak pada
daerah Berastagi, Sumatera Utara, dimana pada daerah tersebut sebagian besar
penduduknya bekerja disektor pertanian khususnya pada tanaman hortikultura,
seperti sayur-sayuran, buah-buahan, bahkan sampai kepada tanaman hias.
Berastagi Kota Tanah Karo yang berjarak sekitar 67 Km dari Kota Medan. Berada
pada ketinggian sekitar 1200 M sampai 1400 M diatas permukaan laut. Berastagi
juga merupakan tempat agrowisata bagi para pengunjung, selain pemandangannya
yang indah, para pengunjung juga dapat memetik atau memanen sendiri buah dan
sayur pada kebun tersebut.
Sejumlah hasil pertanian dan perkebunan berastagi
sudah sejak lama menjadi merk dagang tersendiri daerah ini. Seperti jeruk
berastagi,strawberii berastagi, sirup markisa berastagi, terong belnda
berastagi, kentang berastagi,tanaman hias berastagi, dan hasil pertanian lainnya.
Produk pertanian yang beragam di berastagi,tanah karo ini jika dikemas dalam
satu paket wisata akan terkesan lebih menarik serta mampu meningkatkan potensi
agrowisata. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang para agrowisata didaerah
tersebut,berastagi akan semakin populer karena memiliki paket wisata khas.
Harga jual produk pertanian dilokasi agrowisata bisa lebih tinggi dikarenakan
pengunjung berani membayar lebih dari harga jual petani kepada pedagang
pasar,mereka memperoleh kepuasan dari
memetik sendiri buah langsung dari pohonnya.
Produk sayuran, buah, dan bunga yang berada di
Berastagi tidak hanya untuk memenuhi pasar domestik, namun sudah merambah pasar
ekspor seperti Malaysia, singapura, bahkan eropa. Kentang dan kubis adalah
jenis hortikultura yang paling banyak di ekspor dengan pangsa pasar terbesar ke
singapura. Badan Pusat Statistik (BPS)
Sumut, mencatat ekspor kentang sumut pada Januari sampai dengan Agustus
2011 sudah mencpai 3006 Ton dengan tujuan tersebar ke Singapura, Brunai Darussalam,
dan Malaysia. Selain itu, peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman Krisan,
guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negri tetap terbuka. Seiring
dengan permintaan bunga Potong Krisan yang semakin meningkat maka peluang
agribisnis perlu dikembangkan, tanaman krisan saat ini terkenal didesa raya.
Jenis bunga yang tumbuuh subur antara lain: mawar, krisan, aster, dahlia, matahari, yerbera, kalamerah,
tuberoos, lili, dan kerklelie. Bunga-bunga ini banyak dikirim ke Medan, Aceh,
Riau, Lampung, dan Jakarta, sementara itu ekspor bunga dalam bentuk bibit juga
jalan terus. Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo,mencatat dalam
setahun rata-rata ekspor bibit bunga mencapai 450-600 kg dengan nilai 1,1
dollar juta Amerika. Dengan membaiknya sistem Bandara Kuala Namu, kedepannya
akan mampu meningkatkan ekspor bunga sekaligus.
Dengan adanya pengembangan transportasi Sumatera
Utara khususnya bandara Kuala Namu yang dibangun sejak November 2012. Jalan tol
dari Medan menuju Bandara Internasional Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang
yang mulai dibangun Balai Besar Nasional Wilayah I pada Januari 2013. Tentu
pengembangan ini akan sangat berarti bagi investasi pertanian dan agrowisata
Sumatera Utara. Pelabuhan Tanjung Periok dan Pelabuhan dan Pelabuhan Tanjung
Perak sebagai pelabuhan utama ekspor Indonesia,ditambah lagi dengan
perkembangan jalan udara. Pelabuhan laut dan udara, sama pentingnya untuk
meningkatkan perekonomian. Menurut menteri perekonomian,ekonommi Sumatera Utara
mampu member kontribusi sekitar 4,3 persen terhadap perekonomian Indonesia atau
menjadi daerah kedua terbesar di Sumatera setelah Riau. Kontribusi terbesar
Sumut adalah sektor pertanian yang mencapai 6,3 persen,sementara sektor
industri daerah itu menyumbang jalan 3,7 persen terhadap perekonomian nasional.
1.2
Rumusan
Masalah
1.2.1
Bagaimana manajemen
dari wirausaha komoditi jeruk,dan
strawberi?
1.2.2
Bagaimana peluang wirausaha
tanaman strawberi, dan
jeruk?
1.2.3
Bagaimana sistem
pemasaran yang dilakukan petani Strawberi,
dan Jeruk?
1.2.4
Apa saja yang menjadi kendala
petani baik dalam pembudidayaan maupun pemasaran pada tanaman strawberi dan jeruk?
1.3
Tujuan
Adapun tujuan
praktikum ini dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1.3.1
Mendapatkan data budidaya
tanaman strawberi, dan
jeruk
1.3.2
Mengetahui pengelolaan
tanaman strawberi, dan
jeruk
1.3.3
Mengetahui sistem
pemasaran yang dilakukan oleh petani strawberi, dan jeruk.
1.3.4
Mengetahui
kendala-kendala yang dihadapi petani dalam mengelola atau membudidayakan
tanaman strawberi, dan
jeruk.
1.3.5
Mengetahui peluang dari
berwirausaha pada komoditi strawberi,
dan jeruk.
1.4
Manfaat
Manfaat
praktikum yang dilaksanakan di Berastagi adalah untuk mengetahui bagaimana
budidaya dan sistem pemasaran yang dilakukan oleh petani strawberi, dan jeruk. Selain itu,
manfaat lain dalam pelaksanaan praktikum kewirausahaan adalah untuk
berinteraksi langsung dengan para pengusaha tanaman hortikultura tersebut
sehingga kita dapat memperoleh ilmu dari para petani tersebut. Serta manfaat
dilakukannya praktikum kewirausahaan adalah untuk melatih kita melihat peluang
usaha yang akan dapat berkembang kedepannya.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Tanaman pertanian memiliki ruang
lingkup yang sangat luas. Tanaman pertanian yang pembudidayaannya baik atau
bagus maka produksi yang dihasilkan juga akan semakin tinggi, dan ini akan
menambah nilai jual dari tanaman tersebut. Salah satu tanaman pertanian yang
dapat dibudidayakan adalah tanaman-tanaman hortikultura, seperti sayur bayam,
wortel, tomat, strawberi, jeruk, tanaman hias, dan masih banyak lagi
tanaman-tanaman hortikultura yang dapat dijadikan sumber penghasilan. Nah dalam
hal ini kami mengambil komoditi strawberi, jeruk, dan tanaman hias sebagai
bahan praktikum kami untuk dianalisis bagaimana cara pembudidayaannya dan juga
bagaimana sistem pemasarannya.
2.1
Jeruk
Jeruk (Citrus
sp) bukanlah tanaman asli Indonesia. Jeruk merupakan tanaman yang berasal
dari Asia Tenggara khususnya dataran Cina. Akan tetapi, tanaman ini telah
tersebar luas dan menduduki seluruh wilayah di dunia. Di Indonesia tanaman
jeruk tersebar luas di dataran rendah sampai ke pegunungan. Tanah yang subur
yang mengandung bahan organik tinggi mempunyai daya ikat air yang kuat dan
aerasi baik cocok untuk tanaman jeruk.
Sedangkan, keadaan tanahnya yang sangat porous tanpa daya ikat air, maka cepat
meresapkan air kedalam tanah, tidaklah baik untuk tanaman jeruk.
Suhu optimum untuk pertumbuhan tanaman jeruk adalah
antara 25oC-35oC. Namun, tanaman jeruk tahan hidup pada
suhu yang sangat tinggi sampai 50oC dan suhu rendah 0oC.
Walaupun demikian, tampaknya suhu malam yang tinggi dapat membahayakan tanaman
jeruk karena pernafasan dan penguapannya menjadi lebih tinggi, tidak seimbang
dengan laju fotosintesis yang menjadi rendah. Selain itu, suhu malam yang
tinggi dapat menyebabkan buah jeruk sukar menjadi merah sebagai akibat
kegagalan dalam proses pembentukan pigmen.
PH tanah antara 5-6. pada pH dibawah 5, banyak unsur
tembaga (Cu) yang terlarut sehingga beracun bagi tanaman. Sebaliknya, pada pH
tanah di atas 6, unsur seng (Zn) dan besi (Fe) menjadi terikat sehingga
menimbulkan gejala kekurangan (defisiensi) unsur hara tersebut. Ada kalanya
defisiensi unsur hara ini seperti gejala serangan penyakit virus Tristeza sehingga menyulitkan
diagnosisnya.
Walaupun asal tanaman jeruk adalah Asia Tenggara,
kenyataannya sentra-sentra produksi yang luas dan terkenal adalah di daerah
subtropik yang keadaan iklimnya agak kering sampai sangat kerin. Akan tetapi,
tanaman di tempat ini cukup mendapatkan pengairan. Dalam kenyataannya tanaman
jeruk yang tumbuh didaerah beriklim lembab
atau cukup mendapatkan air, pada umumnya buahnya berkulit tipis,
dagingnya halus, air buahnya lebih banyak, dan rasanya lebih manis serta segar.
Jadi, jelaslah bahwa tanaman jeruk lebih menghendaki cukup pengairan.
Kesulitannya ialah bahwa tanaman jeruk yang tumbuh didaerah beriklim basah
mudah terserang penyakit daun dan batang. Di daerah-daerah yang curah hujannya
atau keadaan iklimnya kering dan dapat pula pula menghasilkan buah yang
berkualitas tinggi asalkan air tanahnya cukup dangkal antara 100-150 cm dibawah
permukaan tanah atau tersedia pengairan yang teratur. Dengan demikian, jelaslah
bahwa ketinggian tempat bertanam, terutama suhu, kelembaban udara, serta
penyinaran matahari, akan berpengaruh terhadap kualitas buah yang dihasilkan.
2.2
Strawberi
BAB
III
METODOLOGI PRAKTIKUM
1.1.
Waktu
da Tempat Praktikum
Praktikum
budidaya tanaman hias dan buah strawberry dilaksanakan pada hari jum’at,
tanggal 13 Desember 2013, sedangkan praktikum budidaya tanaman jeruk
dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Desember 2013 di lokasi Berastagi, Sumatera
Utara.
1.2.
Alat
dan Bahan
1.2.1.
Alat-alat
Praktikum
Adapun
alat-alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah berupa alat tulis dan
buku untuk mencatat data.
1.2.2.
Bahan-bahan
Praktikum
Adapun
bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum berupa tanaman yang diamati yakni
tanaman strawberi, dan tanaman
jeruk.
1.3.
Prosedur
Kerja
Adapun
cara dari pengambilan data adalah berdiskusi dengan petani di tempat praktikm
tersebut. Yakni ibu Suma Sembiring (lokasi kebun strawberry), dan Bapak Sadrak
Sembiring (lokasi kebun jeruk).
BAB
IV
HASIL
PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN
4.1 Tanaman Strawberi
Tanaman strwberi yang dibudidayakan oleh bapak Suma
Sembiring (49 tahun) dimulai pada tahun 2010 dan sudah berjalan selama 5 tahun. Tanaman
strawberi ini ditanam pada lahan sendiri dengan luas lahan 5000 m2
atau 0,5 Ha. Bapak Suma Sembiring mulai menanam tanaman trawberi ini awalnya
dari penyuluhan pertanian yang dilakukan pada daerah berastagi. Kemudian bapak
Suma Sembiring tertarik dengan komoditi tersebut.
Dalam hal ini pembudidayaannya diolah sendiri oleh
bapak Sembiring seperti pembuatan kompos, pembuatan bedeng, penyiraman, dan
sebagainya. Dalam hal penyiraman bapak sembiring sudah menggunakan teknologi,
yaitu sistem irigasi tetes yang dikasih oleh badan pemerintahan. Bapak
Sembiring bekerja dari pukul 08.00-16.00 WIB dan biasanya dibantu oleh
keluarganya. Dalam pembuatan bedeng setiap 10 bedengan diolah secara
bergantian. Tanaman strawberi ini menghasilkan produksi selama 3 bulan dari
penanaman sampai panen.
Kendala yang dihadapi oleh bapak Sembiring adalah
saat musim hujan, karena dengan curah hujan yang tinggi akan menyebabkan
kerusakan pada buah strawberi atau terjadi busuk pada buahnya. Dan juga
memiliki kendala dalam pemasarannya, jumlah permintaan yang banyak, namun
produksinya yang masih kurang. Oleh sebab itu, bapak Sembiring mengatasi ini
dengan ekstensifikasi yaitu perluasan lahan. Untuk hama dan penyakit kendala
ini tidak terlalu serius karena bisa diatasi dengan pestisida. Dalam hal pemasaran, bapak
Sembiring masih memasarkan hanya di daerah berastagi saja, biasanya orang luar
yang datang kekebun untuk memetik sendiri buah strawberinya, seperti Malaysia
dan Singapore. Buah strawberi yang dibudidayakan oleh bapak Sembiring,
ukurannya kalah dari luar, namun untuk rasa buah strawberi yang dibudidayakan
oleh bapak sembiring jauh lebih manis. Pendapatan yang diperoleh oleh bapak
Sembiring tergantung terhadap produksi buah.
Dari data pengamatan yang diperoleh melalui diskusi
petani yang ada di lokasi praktikum dapat diperkiran analisis budidaya 0,5 Ha
strawberry selama 1 tahun adalah sebagai berikut :
|
URAIAN
|
JUMLAH
|
|
A.
Biaya
Produksi
|
|
|
1. Sewa
tanah selama 1 tahun
|
|
|
2. Bibit
40.000 selama @2.000,-
|
Rp
80.000.000,-
|
|
3. Pupuk
dan kapur
|
|
|
- Pupuk
kandang 15 ton @ 150.000,-
|
Rp 2.250.000,-
|
|
- NPK
ponska 125 kg @ 2.500,-
|
Rp 312.500,-
|
|
- Dolomit
: 2 ton @ 450.000,-
|
Rp 900.000,-
|
|
4. Mulsa
plastik 10 rol
|
Rp 3.000.000,-
|
|
5. Kapur
pertanian 2 ton
|
Rp 400.000,-
|
|
6. Pestisida
10 kg
|
Rp 400.000,-
|
|
7. Irigasi
|
Rp
30.000.000,-
|
|
8. Alat
pertanian
|
Rp 1.250.000,-
|
|
9. Tenaga
Kerja
|
|
|
- Pengolahan
tanah, buat bedeng : 75 HKO @ Rp. 25.000,-
|
Rp 1.875.000,-
|
|
- Pupuk,
kapur dan 25 HKP
|
Rp 625.000,-
|
|
- Penanaman
20 HKO
|
Rp 500.000,-
|
|
- Pemeliharaan
23 HKO
|
Rp 575.000,-
|
|
- Gaji
pekebun 1 orang salema 1 tahun
|
Rp
21.600.000,-
|
|
10.
Panen dan pascapanen
|
|
|
- panen dan pascapanen 75 HKO
|
Rp 1.875.000,-
|
|
11.
Lain-lain : pajak dan iuran
|
Rp 500.000,-
|
|
Jumlah biaya produksi
|
Rp 143.687.500,-
|
|
B.
Produksi
1 th/ha: 0,45 kg/th x 40.000 tanaman x 80.000
|
Rp
1.440.000.000,-
|
|
C.
Pendapatan
Bersih
|
Rp
1.296.312.500,-
|
Dari
tabel diatas dapat disimpulkan bahwa keuntungan bersih yang didapat bapak
Sembiring selama 1 tahun dengan luas lahan 0,5 ha adalah Rp 1.296.312.500,-.
Berarti usaha yang dikelolanya memiliki keuntungan yang besar dan efisien,
dimana keuntungan bersih lebih besar nilainya dari biaya produksi yang
dikeluarkannya.
4.2 Tanaman Jeruk
Kelompok
tani Kubu Colia terletak di desa Kubu Colia, Kecamatan Dolat Rakyat, Kabupaten
Karo, Sumatera Utara. Tempat ini adalah tempat perkebunan jeruk yang bernama
Sadrah Sembiring. Kelompok tani ini diketuai oleh bapak Sadrah Sembiring,
Hermawan Barus sebagai sekretaris, Hariono Sembiring sebagai bendahara, dan
Riwayat sembiring sebagai penasehat. Mereka ini adalah orang-orang yang penting
dalam mengelola kelompok tani yang berada di Kubu Colia. Lahan yang tersedia
untuk kebun jeruk ini adalah 400 Ha, namun yang aktif hanya 100 Ha saja.
Kelompok tani Kubu Colia melakukan kerjasama dengan kelompok-kelompok tani
lainnya yang terdiri dari 17 kelompok tani. Dalam hal ini mereka melakukan
pertemuan setiap 6 bulan sekali untuk membahas masalah pemasaran.
Tanaman jeruk yang di kelola oleh
bapak Sadrah Sembiring mempunyai dua jenis varietas jeruk, yaitu varietas
siamadu dan varietas keprok. Dalam memperbanyak bibit jeruk ini bapak Sadrah
melakukan okulasi dari tanaman induk. Dalam 1 tahun tanaman induk dapat
menghasilkan 250.000 mata okulasi. Dalam mengokulasi kita membutuhkan peralatan
untuk melakukan okulasi tersebut. Alat-alat yang digunakan untuk okulasi adalah
gunting, plastik, kain, alkohol 70% (penyeterilan peralatan), dan pisau. Adapun
cara mengokulasi tanaman jeruk adalah sebagai berikut, pertama pilih batang
jeruk yang tua dan sehat dari indukan, kemudian buang dan dan sisakan sedikit
tangkainya, lalu siapkan batang bawah jeruk. Usahakan batang bawah juga dalam
kondisi sehat dan dalam masa vegetatif yang ditandai dengan keluarnya pupus
mudanya. Setelah itu gunakan pisau yang disediakan namun seterilkan terlebih
dahulu dengan alkohol, kemudian iris dari atas kebawah membentuk sudut
45derajat terhadap salah satu sisi batang bawah. Pengirisan disini dilakukan
dari kulit luar hingga terhenti mengenai batang/kayunya. Tujuannya sebagai
batas bawah pengelupasan kulit jeruk selanjutnya. Ingat, pilihlah lokasi
pengirisan yang batangnya mulus, karena tepat diatas pengirisan pertama inilah
mata tunas ini akan kita tempelkan. Kemudia irislah batang jeruk yang telah
ditandai tadi irisannya, setelah itu ambil mata tunas dari pohon jeruk yang
masih muda, kemudian tempelkan mata tunas tersebut ke pohon jeruk yang telah
dikupas tadi. Yang terakhir ikatlah mata tunas tersebut dengan pohon jeruk itu.
Waktu okulasi 3-4 minggu setelah 1 bulan plastik okulasi dibuka. Jika mata
okulasi gagal makan akan menimbulkan mata okulasi menjadi kuning atau menghitam
tandanya mata okulasi tersebut sudah rusak. Selain itu, untuk memperbanyak
benih jeruk kelompok tani Kubu Colia memilih jeruk yang kualitasnya baik,
kemudian bijinya diambil tentu saja biji yang diambil dari buah yang matang.
Kemudian biji-biji tersebut dikering anginkan. Dan setelah itu ditanam untuk
menciptakan induk jeruk yang berkualitas. Rata-rata bibit yang dihasilkan oleh
kelompok tani Kubu Colia sebanyak 100-150 ribu/tahun. Harga 1 bibit pohon jeruk
berumur 3 bulan adalah Rp 20.000-30.000.
Umur
jeruk yang dapat dipanen adalah sekitar 2 tahun itu terhitung mulai dari
penanaman sampai dengan panen. Masa
produktif pahon jeruk ini untuk berbuah adalah 15-20 tahun. Biasanya produksi
jeruk yang dipanen mencapai 20-40 ton/ha dengan harga jual sebesar Rp 10.000/kg. Sehingga poendapatan yang
diterima oleh kelompok tani Kubu Colia adalah sebesar Rp 400.000.000,- sekali berproduksi.
Hasil ini diperoleh dari jumlah produksi dikalikan dengan harga (20-40 ton x Rp
7.000 = Rp 400.000.000,-).
Dan biaya perawatan sebesar 20% dari pendapatan sehingga diperoleh hasil
sebesar Rp 80.000.000
(biaya perawatan). Maka keuntungan yang diperoleh oleh kelompok tani Kubu Colia
adalah Rp 224.000.000, ini diperoleh dari pendapatan dikurang dengan biaya
perawatan (Rp 400.000.000
– Rp 80.000.000 = Rp 320.000.000,-).
Kendala-kendala yang dihadapi oleh
petani jeruk yang berada di desa Kubu Colia adalah masalah packing jeruk yang
tidak baik. Packing ini diakibatkan oleh pedagang-pedagang jeruk yang salah
memacking, ini akan menyebabkan kerusakan pada buah dan akan merugikan para
petani dan juga para pedagang. Melihat dari masalah ini bapak Sadrah berharap
kedepannya bisa mengelola jeruk tersebut menjadi hasil-hasil industri seperti
pembuatan minuman jeruk, selai jeruk, sirup, dan sebagainya, agar dapat
menghasilkan produksi yang banyak dan memperoleh keuntungan yang besar.
BAB
V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil wawancara
yang kami lakukan di daerah Berastagi dapat disimpulkan bahwa :
1. Sebagian
besar masyarakat berastagi berkecimpung didunia pertanian, khususnya pada
tanaman hortikultura yang menerapkan sistem budidaya yang profesional.
2. Perancangan,
penggunaan, dan pemasaran buah yang dilakukan oleh sebagian besar penduduk
Tanah Karo Berastagi sangat memperhatikan hal dalam memajukan pertanian
khususnya di Sumatera Utara.
3. Dari
hasil wawancara yang kami lakukan baik itu tanaman strawberi, dan jeruk, pemasaran buah dan
bunga tersebut sampai kepada luar negeri seperti, Malaysia, Singapore, dan
Australia.
4. Kendala-kendala
yang dihadapi setiap komoditi berbeda. Untuk strawberi kendala yang dihadapi adalah
musim hujan yang menyebabkan buah strawberi tersebut busuk. Untuk tanaman jeruk
kendala yang dihadapi adalah dalam pemackingan buah jeruk yang tidak baik yang
menyebabkan buah jeruk jadi rusak dan pecah.
5. Strategi-strategi
yang dilakukan petani untuk mencapai produksi yang makasimal pada komoditi strawberi, dan jeruk berbeda-beda.
Untuk strawberi strategi yang dilakukan oleh petaninya adalah dengan menjaga
kebersihan lahan dan juga pemeliharaannya yang baik. Untuk tanaman jeruk
strategi yang dilakukan adalah mengumpulkan kelompok tani yang berada pada
daerah Kubu Colia untuk masalah pemasaran.
6. Tanaman
strawberi, dan
jeruk pada daerah berastagi memiliki peluang yang menjanjikan dalam bidang
wirausaha, karena pada daerah ini memiliki potensi tanah yang subur dan iklim
yang mendukung untuk tanaman hortikultura, seperti tanaman strawberi, jeruk,
dan juga tanaman hias. Dalam hal ini peluang untuk mengolah tanman itu menjadi
bahan hasil industri sangat besar, karena masih kecil atau sedikit sekali
sektor-sektor yang mengolah tanaman tersebut menjadi hasil yang mempunyai nilai
lebih.
6.2
Saran
Kami menyarankan sebelum membuka sebuah
usaha kita harus terlebih dahulu prospek pasar, selera konsumen, tempat yang
strategis, jarak penjualan, jarak bahan baku agar biaya yang kita keluarkan
tidak terlalu besar. Kemudian kami menyarankan dalam pembudidayaan tanaman baik
itu tanaman perkebunan, pangan, maupun hortikultura sebaiknya diperhatikan
pemeliharaannya agar produksi yang dihasilkan optimal sehingga memiliki nilai
jual yang tinggi terhadap konsumen. Kami juga berharap pemerintah juga ikut
berperan dalam mengembangkan hasil-hasil pertanian, seperti membangun
pabrik-pabrik pengolahan agar buah-buah yang dihasilkan tidak terbuang dengan
sia-sia dan juga mempunyai nilai jual yang tinggi sehingga dapat meningkatkan
devisa negara.
No comments:
Post a Comment