BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Bawang
merah (Allium cepa var ascalonicum (L) Back) merupakan
sejenis tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan di dunia, berasal dari Iran, Pakistan, dan pegunungan-pegunungan di
sebelah utaranya, kemudian di budidayakan di daerah dingin, sub-tropis maupun
tropis. Umbi bawang dapat dimakan mentah, untuk bumbu masak, acar, obat
tradisional, kulit umbinya dapat dijadikan zat pewarna dan daunnya dapat pula
digunakan untuk campuran sayur.
Indonesia sendiri, bawang merah
merupakan salah satu komoditi pertanian yang banyak diminati dan dibutuhkan
oleh masyarakat. Menurut data dari BPS, tak kurang dari 88.000 ha lahan
ditanami bawang merah setiap tahun nya. Lahan tersebut tersebar di Pulau Jawa,
Sulawesi, dan Sumatera.
Di Sumatera sendiri, Aceh
merupakan salah satu provinsi yang lahan nya ditanamani bawang merah. Dan di
Aceh Utara, tepatnya di Desa Paloh Meuriah, Kec. Muara Satu, Kota Lhokseumawe
merupakan salah satu tempat yang membudidayakan tanaman bawang merah ini.
Budidaya bawang mearah di Desa
Paloh Meuriah, Kec. Muara Satu, Kota Lhokseumawe ini dijalankan oleh gabungan
kelompok tani (gapoktan) yang di danai oleh Bank Indonesia (BI) serta di
bimbing oleh pihak BI sendiri.
Program ini diharapkan dapat
mengatasi fluktuasi harga bawang merah yang ada di pasaran, sehingga terjadi
kestabilan dari harga bawang merah itu sendiri.
1.2. Tujuan
a.
Untuk mengetahui bagaimana proses pemberdayaan yang dilakukan
kepada petani Desa Paloh Meuriah, Kec. Muara Satu, Kota Lhokseumawe
1.3.
Manfaat
a.
Agar mahasiswa mengetahui magaimana proses pemberdayaan yang
dilakukan kepada petani bawang merah Desa Paloh Meuriah, Kec. Muara Satu, Kota
Lhokseumawe
1.4. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Pratikum
Lokas Pratikum: Desa
Paloh Meuria, Kec. Muara Satu, Kota Lhokseumawe
Waktu : 10
April 2016, Pukul 10.00 wib s/d Selesai.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1.
Gambaran Umum Lokasi Prktikum
Paloh Meuria merupakan
salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Muara Satu Kabupaten Aceh Utara
dengan mata pencaharian masyarakanya sebagian besar bertumpu pada sektor
pertanian.
Pada umumnya tanah di
wilayah kecamatan muara satu adalah podzolik merah kuning. Tanah ini memiliki
kesuburan tanah yang relatif rendah faktor pembatas adanya lapisan padas yang
dangkal,kokresi zat besi, defisiensi unsur hara mikro serta ph tanah yang
rendah hal ini menyebabkan lahan dengan jenis tanah ini memerlukan pengolahan
tanah yang dapat memperhatikan keadaan konservasi, sehingga dapat digunakan
sebagai lahan pertanian. Kondisi iklim di wilayah kecamatan muara satu termasuk
tropis basah dengan curah hujan rata-rata 129,91.
Gampong
meuria paloh mempunyai kelompok petani yaitu “Kelompok Tani Tunas Muda”,
kelompok tani tunas muda merupakan binaan KTNA kota Lhokseumawe, dan penanaman
bawang merah yang menggunakan bibit varietas bima dikelola oleh kelompok tani
tunas muda desa Meuria Paloh kecamatan muara satu kota Lhokseumawe.
2.2.
Seleksi Lokasi
Lokasi
budidaya bawang merah harus memiliki syarat yang harus dipenuhi. Bank Indonesia
selaku pemberi dana hibah melihat bahwa Desa Meuriah Paloh ini memiliki syarat
untuk budidaya tanaman bawang merah.
2.2.1. Syarat
Lokasi
Adapun
syarat lokasi unduk budidaya tanaman bawang merah antara lain:
·
Memiliki lahan 1 ha dalam satu hamparan
·
Memiliki sumber air
·
ph 6,8 - 7
·
status kepemilikan lahan jelas (bukan
tanah sengketa)
·
Tanah subur
2.3.
Sosialisasi
Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan sosialisai bagi masyarakat yang
dilaksanakan oleh pihak Bank Indonesia telah dilaksanakan sebanyak 2 (dua)
kali. Sosialisasi ini bertujuan menjelaskan tentang program yang akan
dijalankan, serta bertujuan agar masyarakat tertarik dan ikut serta dalam
pelaksanaan nya.
Kegiatan
sosialisai pertama dilakukan pada
tanggal 13 november 2015 di balai
pengajian meuria paloh. Acara FGD (Focus Group Discussion) pra pembentukan
klaster langsung dilakukan oleh BI (Bank Indonesia) dengan menghadirkan anggota
kelompok tani dan aparatur desa serta penyuh pertanian yang dibicarakan tentang
kebersediaan masyarakat setempat untuk melakukan proses budidaya bawang merah
sampai panen.
Kegiatan
sosialisasi yang kedua dilakukan pada tanggal 1 Desember 2015 di Aula BI Lhokseumawe.
Kegiatan FGD membahas tentang klaster
ketahanan pangan bawang merah oleh Bank Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh
anggota kelompok tani, KTNA, Walikota, Bapeda, Bulog, Bank BRI, BPD, kardi3
DKPP, camat dan penyuluh.
2.4.
Proses Pemberdayaan Masyarakat
Untuk menjalankan program kegiatan, petani
harus menyerahkan proposal kepada Bank Indonesia. Proses pengajuan proposal ini
dibantu oleh KTNA, dan diketahui oleh Kepada BPP, Camat, serta diberikan
rekomendasi dari kepala BPP Kec. Muara Satu. Setelah proposal diterima oleh
pihak BI, selanjutnya akan dilakukan survei lokasi. Survei ini dilakukan
sebanyak 2 kali, tujuan nya agar lokasi yang akan dipilih sesuai dengan
persyaratan. Pihak BI juga mendatangkan tenaga ahli dari pulau Jawa yang sudah
berpengalaman dalam bidang budidaya bawang merah, untuk mendampingi petani.
Kegiatan
selanjutnya ialah pelatihan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
yang dilakukan kelompok tani Tuna Muda, dan di dampingi oleh Dosen dari Univ. Malikussaleh
, Kepala BPP Muara satu, Penyuluh, KTNA, dan pihak Bank Indonesia (BI).
2.4.1. Bentuk
dan Jenis Program
Program
yang dilakukan ialah pemberian dana yang diberikan pihak Bank Indonesia dalam
bentuk dana hibah. Meskipun begitu, para petani harus serius dan bertanggung
jawab atas dana yang di hibahkan. Dan petani juga harus melaporkan perkembangan
uahatani mereka setiap bulan.
2.4.2. Seleksi
Lokasi
·
Petani
yang bergabung dalam kelompok tani
·
Memiliki sumber air
·
ph 6,8 – 7
·
status kepemilikan lahan jelas (bukan
tanah sengketa)
·
Tanah subur
2.4.3.
Syarat
Penerima Bantuan
·
Petani
yang bergabung dalam kelompok tani
·
Bersedia mengikuti petunjuk teknis (
karena bantu penuh dari BI ) atau dari penyuluh
·
Petani yang ulet, tekun dan rajin
·
Petani mau bekerja sama dengan tim
·
Petani yang punya jiwa pekerja keras
2.4.4.
Tujuan dan Manfaat Program
3. Sebagai
percontohan bagi daerah lain
4. Pemberdayaan
ekonomi petani
5. Meningkatkan
kesejahteraan petani
6. Sebagai
demplok
7. Mengurangia
kemungkinan tejadinya inflasi
8. Memotivasi
petani agar mau menanam bawang merah
9. Tersedianya
modal usaha penanaman bawang merah bagi petani
2.4.5. Pengembangan Kelompok
Pengembangan
kelompok dilakukan agar kelompok tani menjadi mandiri, dan dapat membuat
program dan menjalankan progamnya dengan baik, tanpa perlu lagi didampingi
pihak lain.
2.4.6. Monitoring dan Evaluasi
Pihak
Bank Indonesia terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan progaram ini.
Kelompok tani harus memberi laporan setiap bulan nya kepada pihak BI.
2.5.
Pemandirian
Masyarakat
Program
pembangunan hasil pertanian yaitu petani bertujuan untuk meningkatkan efisiensi
produksi dan pemasaran hasil pertanian, setra meningkatkan kualitas dan daya
saingnya. Dan kedepannya bisa terus berlanjut.
BAB
III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Program
budidaya bawang merah di Desa Paloh Meuria, Kec. Muara Satu, Kota Lhokseumawe
merupakan program yang diselenggarakan atas dana hibah dari Bank Indonesia.
Program ini dilakukan oleh masyarakat setempat dibawah pengawasan Bank Indonesia,
dan lembaga lain seperti BPP.
Program
ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan harga bawang merah di pasar, serta
membantu perekonomian petani sendiri. Dan diharapkan petani dapat madiri, agar
dapat melaksanakan program ini untuk kedepannya.
3.2.
Saran
Program
yang dibuat oleh BI sangat bermanfaat bagi petani dalam meningkatkan
perekonomian mereka. Sehingga akan lebih baik lagi jika program ini terus
berlanjut, dan bisa diterapkan di daerah lain, terutama yang minim perhatian
dari pemerintah.
Kegiatan
praktikum ini untuk mengrtahui bagaimana proses pelaksanaan pemberdayaan
masyarakat. Saran dari kami agar kegiatan praktikum ini bisa terus dilaksanakan
pada program yang lebih besar, dan bukan di lokasi yang sama.
Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Bawang_merah,
Di akses pada 16 April 2016
https://shusye3.wordpress.com/tentang-bawang-merah/,
Diakses pada 16 April 2016
Data
Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian (WKBPP) Muara Satu